Flagship Xiaomi

ff4f3b05-e5e3-4b84-b7ba-027aeb7394f4

Xiaomi telah mengumumkan Xiaomi Mi 6 pada tanggal 19 April di Cina. Seri Mi selalu menarik perhatian dari awal diperkenalkan dan selalu menjadi produk yang ditunggu oleh MI Fans di seluruh dunia, Mari kita lihat semua generasi Mi flagship, dari Mi 1 sampai Mi 6.

Daftar Flagship Xiaomi :
Mi 1 – 16 Agustus 2011
Mi 2 – 16 Agustus 2012
Mi 3 – 05 September 2013
Mi 4 – 22 Juli 2014
Mi 5 – 24 Pebruari 2016
Mi 6 – 19 April 2017
MI 1
Mi 1
Pada 16 Agustus 2011, Xiaomi mengumumkan ponsel flagship pertamanya yang diberi kode nama Mi 1 dan dijual pada bulan Oktober di tahun yang sama. Perangkat ini menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon MSM8260 (S2) sebagai CPU dan Adreno 220 sebagai GPU-nya dengan kapasitas RAM 1GB. Mi 1 memiliki layar 4 inci dengan resolusi 854 x 480p dan menjalankan MIUI generasi ke-3 berdasarkan OS Android 2.3.5 Gingerbread, kamera belakang 8MP dan baterai 1930mAh.
MI 2
Mi 2
Xiaomi meluncurkan ponsel generasi kedua ‘Mi 2’ pada tanggal 16 Agustus 2012 di China. Perangkat ini memiliki prosesor quad core 2,4 GHz Qualcomm APQ8064 (Snapdragon S4 Pro) dengan kapasitas RAM 2GB pilihan internal 16GB dan 32GB  serta memiliki layar 4,3-inch resolusi HD. Mi 2 didukung kamera 8MP menjalankan MIUI 4 dengan versi Android 4.1 Jelly Bean. Baterai sedikit ada peningkatan menjadi 2000mAh.
MI 3
Mi 3
Generasi ketiga Xiaomi Mi 3 diperkenalkan pada  tanggal 05 September 2013 dalam acara “Peluncuran Produk Baru Xiaomi 2013”, dan diluncurkan di China pada bulan Oktober 2013. Perangkat ini memiliki dua versi SoC, yakni quad-core Snapdragon 800 dan quad-core NVIDIA Tegra 4 dengan kapasitas RAM 2GB, pilihan penyimpanan 16GB dan 64GB, bentang layar 5-inch, resolusi 1080p berjenis IPS LCD, sensor kamera belakang 13MP dengan dual LED flash, baterai 3.050mAh dengan dukungan Quick Charge 2.0 dari Qualcomm. Menjalankan MIUI 5 dengan versi Android 4.3 Jelly Bean OS.
MI 4
Mi 4
Generasi ke 4 Xiaomi Mi 4 diluncurkan pada tanggal 22 Juli 2014 di Cina. Mi 4 hadir dengan desain unibody disertai frame logam, layar Full HD (1080p) 5 inci, prosesor quad-core Snapdragon 801, RAM 3GB/2GB, dan internal 16GB/64GB, Kamera belakang 13MP dengan mampu merekam video 4K, kapasitas baterai 3.080mAh dengan dukungan Quick Charge 2.0. Menjalankan MIUI 5 dengan versi Android KitKat.
MI 5
Mi 5
Generasi kelima Xiaomi Mi 5 diperkenalkan pada 24 Februari 2016 dalam acara MWC di Barcelona dengan sejumlah perubahan pada desain dan adanya peningkatan yang signifikan pada software & hardware. Xiaomi Mi5 hadir dengan desain 3D Glass Back Cover, bentang layar  5.15 inci menjalankan MIUI 8 dengan versi Android 6.0 Marshmallow menggunakan Snapdragon 820 64bit Quad Core 2.15GHz RAM 3GB ROM 64GB, Kamera Belakang 16.0 MP, USB Tipe C untuk pengisian dan transfer data, disertai Sensor Sidik Jari yang terletak pada tombol home dibawah layar. Mi 5 hadir dengan harga ¥ 1999 (sekitar 3,8 juta) untuk varian paling murah.
MI 6
Mi 6
Generasi keenam (terbaru) Xiaomi Mi 6 diluncurkan pada 19 April 2017. Bentang layar 5,15 inci dengan resolusi 1080p. Perangkat ini meggunakan SOC (System on Chip) Snapdragon 835 yang notabenenya chipset terbaru dari Qualcomm dengan fabrikasi 10nm, kapasitas RAM 6GB pada semua versi. Layar 5,15 inci, splash resistant, 3D curved glass, kamera ganda 12 megapixels dengan optical zoom 4-axis OIS dan lain-lain. Perangkat ini menjalankan MIUI 8 based Android 7.0 Nougat. Pilihan warna yang tersedia biru, hitam, silver, putih dan keramik. Xiaomi meluncurkan produk dengan prosesor terbaru dari Qualcomm, namun Xiaomi tetap mematok harga yang sangat rendah sehingga Mi 6 akan menjadi pesaing yang utama untuk smartphone yang menggunakan prosesor yang sama seperti Samsung S8 yang harganya hampir dua kali lipat. Sudah sejak lama xiaomi selalu menghadirkan smartphone dengan performa terbaik namun konsisten dengan harga yang relatif rendah. Xiaomi Mi 6 hadir dengan harga yang berbeda dari pendahulunya ¥ 2499 (sekitar 4,8 juta).
Advertisements

5 Drone Maut di Dunia

Mengapa membunuh dengan drone? Negara memiliki beberapa alasan untuk memilih Unmanned Aerial Vehicles (UAV) untuk melakukan pekerjaan kotor mereka. Dari sudut pandang politik, drone mempunyai risiko lebih minim dibandingkan menggunakan pesawat konvensional berawak. Banyak senjata canggih musuh yang mengancam untuk menembak jatuh jet tempur. Dengan drone, meski pesawat jatuh tetapi tidak ada korban jiwa.

Beberapa drone membunuh secara langsung. Sementara yang lain hanya membantu dengan fasilitas semacam informasi untuk kemudian jet tempur berawak bergerak menghancurkan target.Seiring perkembangan zaman, drone juga terus bergerak cepat. Kemampuan mereka nyaris sama dengan jet tempur dengan pilot yang ada di kopkitnya. Dan berikut lima drone paling berbahaya di dunia.

General Atomics MQ-1 Predator

Predator

MQ-1 Predator adalah drone pembunuh pertama yang lahir. Berawal dari situasi frustrasi dengan ketidakmampuan rudal jelajah untuk menyerang cukup cepat, dan dengan pembatasan politik pada pesawat berawak maka Amerika mencari alat untuk membunuh dengan cepat, diam-diam (dari sudut pandang politik) dan dari jarak yang jauh. Predator muncul pada 1990-an sebagai pesawat tak berawak pengintaian, tapi cukup besar untuk membawa rudal. Peningkatan bandwidth dan kecepatan komunikasi membuat platform rekonstruksi ke platform tempur menjadi masuk akal, dengan uji coba rudal pertama terjadi pada bulan Februari 2001.

Kemampuan Predator memang mengesankan. Kecepatannya bisa mencapai sekitar 135 mph, dan dapat membawa dua rudal (atau hingga enam rudal kecil). Drone ini dapat tinggal di udara untuk waktu yang sangat lama, dan membawa peralatan pengintaian yang cukup.

Predator mulai membunuh pada bulan Februari 2002 di Afghanistan. Sejak saat itu Predator telah melakukan serangan di Afghanistan, Irak, Yaman, Somalia dan Pakistan. Predator berfungsi di beberapa lembaga AS, serta angkatan udara setidaknya empat negara lainnya.

General Atomics MQ-9 Reaper

Reaper drops first precision-guided bomb, protects ground forces

A fully armed MQ-9 Reaper taxis down an Afghanistan runway Nov. 4. The Reaper has flown 49 combat sorties since it first began operating in Afghanistan Sept. 25. It completed its first combat strike Oct. 27, when it fired a Hellfire missile over Deh Rawod, Afghanistan. (U.S. Air Force photo/Staff Sgt. Brian Ferguson)

Reaper adalah versi lebih besar dan lebih efektif dari Predator. Dengan rentang yang lebih besar, payload lebih tinggi dan waktu berkeliaran yang lebih lama, Reaper dapat melakukan misi pengawasan, penyerangan gabungan lebih efektif daripada sepupunya yang lebih kecil.

General Atomics (produsen Predator dan Reaper) memulai pengembangan Reaper dari potensi serang Predator. Reaper dapat melakukan perjalanan pada kecepatan 300 mph atau dua kali lebih cepat dari Predator. Dia bisa membawa empat rudal Hellfire (ditambah beberapa bom Paveway) dan bisa terbang tinggi selama lebih dari 14 jam. Seperti Predator, telah melakukan serangan di negara di Timur Tengah dan Asia Tengah.

Amerika Serikat mengoperasikan kira-kira 100 Reaper di beberapa instansi yang berbeda. Harapan untuk versi angkatan laut tidak pernah terwujud, tetapi Departemen Keamanan Dalam Negeri menggunakan Reaper untuk berbagai tujuan. Reaper juga telah menikmati beberapa keberhasilan ekspor, dengan Italia, Perancis, Belanda dan Inggris.

IAI Eitan

Eitan

Dikembangkan dari IAI Heron, Eitan adalah drone besar, mampu yang membawa persenjataan jauh lebih bnyak. Memiliki kemampuan langit-langit 45.000 kaki, daya tahan yang sangat panjang (tujuh puluh jam), dan kemampuan untuk membawa berbagai muatan yang berbeda.

Informasi tentang Eitan sampai saat ini masih sangat minim. Yang jelas Israel melampirkan banyak penting untuk platform. Pesawat ini diyakini memiliki kemampuan pengintaian tradisional, pengawasan dan misi serangan, tapi mungkin lebih banyak lagi dari sekadar itu. Beberapa bahkan telah menyarankan pertahanan rudal atau pengisian bahan bakar udara sebagai peran potensial untuk Eitan. Belum jelas juga apakah Israel telah menggunakan drone ini dalam peran operasional. Tetapi beberapa sumber menyebutkan bahwa satu pesawat telah melakukan serangan ke Sudan pada tahun 2009.

Sebuah pesawat dengan kemampuan seperti Eitan sangat mungkin memainkan peran dalam serangan Israel terhadap Iran. Namun Eitan tidak cocok untuk pertempuran udara, drone lain dan pesawat berawak bisa membuka jalan dengan mengganggu jaringan pertahanan udara Iran.

Elbit Hermes 900

Elbit

Hermes 900 adalah pengembangan dari Elbit Hermes 450, sebuah pesawat tak berawak bersenjata Israel telah digunakan sejak pertengahan dekade terakhir. Drone ini kira-kira sekelas dengan ukuran General Atomics Predator. Tetapi Hermes 900 dapat terbang lebih tinggi dan lebih lama hingga 50 persen. Kemampuan terbang tinggi drone Israel memang sangat penting karena dia banyak beroperasi di daerah di mana rudal bahu bertebaran di banyak tempat sehingga akan sangat mengancam drone yang terbang rendah.

IDF sangat tertutup tentang operasi drone, tetapi ada sedikit dugaan Hermes 900 memainkan peran penting dalam konflik Gaza lalu, atau beroperasi atas Lebanon, Wilayah Pendudukan dan mungkin Sinai. Seperti halnya dengan Hermes 450 (drone Israel lebih umum), Hermes sudah menemukan banyak keberhasilan ekspor. Negara-negara Amerika Selatan seperti Brazil, Chili dan Kolombia memiliki dan menyatakan minatnya.

Raytheon TLAM Blok IV Tomahawk

Tomahawk Blok IV

Beberapa rudal bisa disebut sebagai drone bunuh diri. Apalagi beberapa rudal jelajah awal sangat mirip kendaraan jarak jauh. Bom terbang Luftwaffe yang digunakan untuk meneror Mediterania dikendalikan oleh joystick dan kamera. Rudal jelajah era Perang Dingin mencari target juga menggunakan pra-set rencana atau sensor internal, membuat mereka lebih dari robot UAV modern.

Tomahawk juga salah satunya. Rudal ini mulai hidup pada awal tahun 1980, dengan kisaran panjang, varian khusus untuk pengiriman nuklir, serangan darat dan misi anti-kapal. Tomahawk telah berkembang sejak Perang Dingin menjadi kendaraan yang sangat canggih. Ini masih melakukan bunuh diri pada akhir penerbangannya, namun pendesainan ulang dan upgrade komputer telah mengubah rudal legendaries tersebut. Tomahawk sekarang dapat berkeliaran, menyerang target dan target perubahan bergerak atas perintah operator jarak jauh. Baru-baru ini, Angkatan Laut AS secara efektif membangun kembali rudal tersebut dengan kemampuan lebih. Rudal bisa dipandu oleh F/A-18 untuk menghantam target.

Dua Lautan Tak Bercampur

Seorang Oceanografer berkebangsaan Prancis, Jaques Yves Cousteau, telah mengungkap tentang pertemuan dua laut yang tidak bercampur. Ia meneliti pertemuan Samudra Atlantik dan laut  Mediterania yang tidak bercampur satu dengan yang lain. Penelitian ini dilakukannya ketika melakukan eksplorasi di bawah laut. Ia menemukan  kumpulan mata air tawar yang tidak bercampur dengan air laut. ”Seolah-olah ada dinding yang membatasi kedua aliran air itu, ”ujarnya. Sang ilmuwan pun mencoba mempelajari ilmu kelautan untuk memecahkan misteri tentang fenomena ganjil tersebut, namun tak pernah membuahkan hasil. Ia pun menceritakan hal ganjil itu kepada seorang profesor muslim. Terkejutlah Cousteau ketika sang profesor muslim menceritakan bahwa fenomena itu telah dijelaskan Al-Quran 14 abad silam.
Laut BiruBiru cerah = Mediterania | Biru gelap = Atlantik
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.”(QS Ar-Rahman:19-20). Lalu dalam ayat lain disebutkan “Dan Dialah (Allah) yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan), yang satu tawar dan segar dan yang lainnya asin. Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.” (QS Al Furqan:53).

iPhone 5 Seharga 9 Pom Bensin

Stuart Hughes, seorang desainer perhiasan yang berbasis di Liverpool, yang banyak mendesain perhiasan berbahan permata dan emas untuk kalangan selebriti, mulai tertantang untuk menciptakan desain mewah dan unik untuk perangkat iPhone. Sebelumnya, Hughes telah membangun desain casing untuk iPhone 4 berbahan berlian, MacBook Air berbahan platinum dan iPad 2 berbahan emas murni.

 

Luxury iPhone

Sekarang Hughes membangun desain casing bodi iPhone 5 dengan emas dan berlian, yang menjadikannya sebagai casing ponsel eksklusif (limited edition) yang termahal di dunia. Menurut dia, waktu yang dibutuhkan untuk membuat desain iPhone 5 sekitar 9 minggu mulai dari proses merancang, membangun dan merangkai lengkap tiap bagian perhiasan dengan tangannya (handmade).Bagian luar casing smartphone dibuat dengan emas 24 karat, sedangkan tombol navigasi bertahtakan berlian hitam 26 karat. Logo Apple dan sudut-sudut smartphone dibangun dengan menggunakan berlian putih. Jika dihitung-hitung, perangkat ini bertahtakan 600 batu mulia, dimulai dari 53 buah di logo Apple hingga di bagian belakang. Smartphone yang dianugerahi predikat paling mahal di dunia ini akhirnya dibeli oleh seorang pengusaha konstruksi Cina.

 

Gold iPhone

Anda penasaran ingin tahu berapa harganya ? Kemewahan iPhone 5 ala Stuart Hughes dapat Anda tebus dengan harga USD 15.3 juta atau sekitar Rp 145 milyar. Wow, fantastis ! Namun ada versi sederhana yang terbuat dari emas saja yang dibanderol dengan harga USD 33.800 atau sekitar Rp 320 juta. Jika 1 buah pom bensin dengan 4 dispenser rata-rata senilai Rp 15 milyar, maka iPhone 5 Stuart Hughes ini setara dengan harga 9 pom bensin.